Showing posts with label Teknologi Alutsista. Show all posts
Showing posts with label Teknologi Alutsista. Show all posts

Saturday, October 29, 2016

Mengenal Kapal Induk Rusia Admiral Kusnetzov

Kapal Induk Rusia Admiral Kusnetzov
Kapal Induk Rusia Admiral Kusnetzov yang baru-baru ini menghebohkan armada laut NATO merupakan satu-satunya kapal induk Rusia di kelasnya. Walaupun memiliki dek untuk lepas landas dan mendarat pesawat tempur dan helikopter, sejatinya Admiral Kusnetzov bukanlah kapal induk. Lho kok bisa?

Admiral Kusnetzov yang lengkapnya bernama Admiral Flota Sovetskogo Syuza Kusnetzov dibuat di Galangan Kapal Mykolaiv, Ukraina, yang menjadi satu-satunya galangan pembuat kapal induk pada era Uni Soviet.

Desainnya sendiri disebut sebagai kapal penjelajah kelas berat yang membawa pesawat terbang (TAVKR – Tyazholly Avianesushchiy Kreyser).

Sejatinya Admiral Kusnetzov sempat dinamai Riga, lalu Leonid Brezhnev, sempat menjadi Tbilisi, lalu akhirnya Kusnetzov. Kapal dengan bobot 55.000 ton, mampu melaju hingga kecepatan 32 knot dan ditenagai mesin CODAD ini diluncurkan pada 1985.

Sebagai kapal pembawa pesawat, Admiral Kusnetzov didesain dengan tiga posisi peluncuran untuk pesawat tempurnya, dengan metode peluncuran ski-jump.

Metode peluncuran ini mengharuskan pesawat untuk memasang afterburner dan tenaga penuh, menanjak saat melewati ujung dek yang melandai ke atas, dan lepas landas dengan tenaganya sendiri.

Dibandingkan dengan sistem ketapel energi tinggi pada kapal induk AS, teknologi Rusia ini tentu saja terlihat tertinggal. Hal ini tentu saja menuntut kapabilitas pesawat tempur yang prima, dengan stall speed yang rendah.


Yang bisa memenuhi prasyarat ini hanya pesawat tempur dengan tenaga besar seperti Su-33 (varian maritim Su-27) atau MiG-29K. Itupun dengan catatan bahwa pesawat tempur harus dibuat seringan mungkin.

Bahan bakar tidak diisi penuh dan muatan senjata dibatasi pada sejumlah rudal anti pesawat atau bom ringan. Admiral Kusnetzov sendiri bisa membawa 40-50 pesawat tempur dan helikopter.

Dalam kapasitasnya sebagai kapal penjelajah, Admiral Kusnetzov dilengkapi dengan sejumlah sistem persenjataan ofensif, yang tidak dimiliki pada desain kapal induk Barat.
Kemampuan serangnya terdiri dari 12 rudal P-700 Granit (NATO: SS-19 Shipwreck) dengan jarak luncur 600km.

Sementara kemampuannya bertahan dari serangan udara disediakan oleh rudal SAM 3K95 Kinzhal yang terpasang pada sel rudal vertikal. Untuk pertahanan jarak dekat disediakan 6 unit AK-630 dan 8 unit Kashtan CIWS plus 32 rudal anti pesawat jarak dekat 3K87 Kortik, dan untuk melawan kapal selam tersedia RBU-12000 UDAV-1 Anti Submarine Rocket.

Secara teoritis kalau melihat pada daftar senjatanya, Admiral Kusnetzov tampil gahar dan menakutkan, dan memenuhi spektrum pertempuran seutuhnya. Nyatanya, sejak keluar dari galangan, Admiral Kusnetzov lebih banyak istirahat di pangkalan karena beragam masalah yang menghadang.

Diluncurkan pada 1985, nyatanya proses pengerjaan begitu lambat dan baru pada 1989 kapal ini menjalankan ujicoba pendaratan pesawat. 

Pelayaran perdana dilakukan sesudah Uni Soviet pecah, dan baru pada 1993 Admiral Kusnetzov menerima pesawat-pesawat tempurnya.

Setelah masa operasi yang relatif singkat, Admiral Kusnetzov mengalami kerusakan besar yang mengakibatkan harus dilakukannya proses refit ulang yang makan biaya pada 2007. Proses perbaikan pada Admiral Kusnetzov sendiri tercatat lebih lama dibandingkan masa operasionalnya.

Saat operasional di laut lepas pun, kapal induk ini tidak bisa lepas dari tugboat yang bertugas menderek Admiral Kusnetzov apabila terjadi masalah di tengah laut. Namun begitu, Admiral Kusnetzov tetap dipaksakan beroperasi pada akhir tahun, namun berbagai masalah terus menghantui.




Mesinnya yang tidak efisien selalu menghasilkan asap yang sangat-sangat tebal, sehingga keberadaannya mudah ditemukan oleh pesawat pengintai, termasuk dalam perlintasannya menuju Laut Merah pada bulan Oktober 2016 ini.

Rusia sendiri tidak punya pilihan selain terus mengoperasikan Admiral Kusnetzov, betapapun tidak andalnya ‘kapal induknya’ yang satu ini.

Galangan Kapal Mykolaiv jatuh ke Ukraina sehingga kapal induk kedua yang baru setengah jadi dari kelas yang sama yaitu Varyagakhirnya dijual ke Tiongkok oleh Ukraina dan dimodifikasi sebagai Liaoning.

Friday, October 28, 2016

Drone Buatan Anak Bangsa Siap Menembus Langit Biru


Teknologi karya anak bangsa sudah tidak di ragukan lagi sobat soldier, dengan tema MENEMBUS LANGIT unmanned aerial vehicle (UAV) atau pesawat tanpa awak produksi dalam negeri mulai melakukan perjalannya ke lapisan stratosfer dengan kemampuan HALE (High Altitude Long Endurance) 

Inilah UAV yang akan merobek langit biru

Sebelum di terbangkan tentunya ekspedisi bertajuk Menembus Langit itu telah melalui fase uji terbang (trial flight) pada 27 Agustus 2016 lalu di Area Pelatihan Lembaga Antariksa dan Penerbangan Indonesia (LAPAN), Pameungpeuk, Garut, Jawa Barat.

Adapun jadwal final peluncuran wahana UAV Ai-X1 produksi AeroTerrascan dari Bandung, Jawa Barat direncanakan pada 28 Oktober 2016, tetapi karena terkendala masalah jaringan dan cuaca maka akan di laksanakan pada 29 Oktober 2016 di Balai Uji Teknologi dan Pengamatan Antariksa dan Atmosfer LAPAN, Pameungpeuk, Garut, Jawa Barat.

UAV Ai-X1 tampak dari depan

Ekpedisi Menembus Langit oleh AeroTerrascan, LAPAN, dan sejumlah pihak lain di Indonesia itu menggunakan UAV dengan kemampuan return-to-home sehingga dapat dipergunakan kembali untuk misi selanjutnya. Ini merupakan perkembangan karena selama ini ini riset semacam itu dilakukan dengan mengirimkan semacam roket riset yang tidak bisa kembali ke titik awal peluncuran.

Valencia Mega Luwinda Stefany, Lead Public Relations Menembus Langit, Jumat (9/9/2016), mengatakan, uji terbang yang sudah dilakukan membuktikan bahwa sistem autopilot dan fungsi ulang alik UAV Ai-X1 berjalan baik.

Pesawat akan dibawa hingga lapisan stratosfer menggunakan balon cuaca. Wahana dari bahan fiber komposit yang dirancang bertahan hingga suhu minus 70 derajat Celsius itu terbukti mampu mencapai ketinggian 12,9 kilometer sebelum lepas dari balon udara. 


Pada ketinggian 12,7 kilometer, sistem autopilot UAV Ai-X1 berfungsi. Adapun suhu minimum yang dihadapi wahana tersebut selama uji terbang adalah minus 15 derajat Celsius. "Harapan jangka panjang terkait pengembangan teknologi aeronautika adalah membuaat UAV jenis HALE (High Altitude Long Endurance)," sebut Valencia.

UAV Ai-X1 yang dipergunakan itu memiliki daya angkut seberat 600 gram berupa sejumlah sensor guna beroleh data eksplorasi stratosfer untuk kepentingan riset meteorologi dan pengembangan teknologi aeronautika. Data meteorologi yang diperoleh bakal dipergunakan untuk penelitian cuaca dan iklim Indonesia.

Kompas.com

Rusai Siapkan Rudal Nuklir SATAN 2 Rudal Penghancur 1 Negara


Banyak negara di dunia berlomba-lomba memperkuat diri dengan senjata nuklir. Belum lama ini, Rusia pun memamerkan gambar senjata nuklir terbaru mereka, "Satan 2". 

Rudal yang dijuluki negara NATO sebagai Satan 2 ini mampu menghancurkan wilayah seluas Prancis. Otoritas nuklir Rusia juga mengklaim, senjata anyar tersebut mampu menghancurkan wilayah seluas Texas di Amerika Serikat (AS). 

Texas merupakan negara bagian di utara AS dengan luas wilayah 676.634 kilometer persegi. Tenaga misil nuklir Satan 2 ini juga diklaim mampu membumihanguskan negara sebesar Prancis dengan sekali tekan tombol.

Misil nuklir Satan 2, yang kode aslinya adalah RS-28 Sarmat, disiapkan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menggantikan senjata nuklir generasi sebelumnya SS-18 Satan. 

Rudal Setan Rusia diklaim mampu hancurkan Texas dan Prancis. (Foto: Getty Images/Mirror)

Merujuk gambar yang dirilis Biro Desain Makeyev Rocket, seperti dilansir Mirror, Rabu (26/10/2016), 

Satan 2 atau rudal RS-28 Sarmat memiliki kecepatan tujuh kilometer per detik dan didesain untuk mengakali sistem perisai anti-rudal. Dengan kekuatan hulu ledak 40 megaton, Satan 2 disinyalir memiliki kekuatan 2.000 kali lipat lebih dahsyat dari bom atom yang menghancurkan Hiroshima dan Nagasaki pada 1945. 

Rudal Satan 2 dikemas dengan 16 kepala peluru. Ahli persenjataan nuklir menilai, rudal yang dipersiapkan agar dapat diluncurkan pada 2018 ini akan membuat bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki terlihat amat kecil. 

Dalam penjelasan yang menyertai gambar rudal Setan-2 disebutkan, "Sesuai Dekrit Pemerintah Rusia tentang Pertahanan Negara pada 2010 dan perencanaan periode 2012-2013, Biro Desain Roket Makeyev diinstruksikan untuk merancang dan mengembangkan rudal Sarmat.

Pada 2011, Kementerian Pertahanan Rusia menandatangani kontrak negara untuk pengembangan Sarmat. Sistem misil strategis dan prospektif ini dikembangkan untuk menciptakan penangkal nuklir yang efektif sebagai bagian kekuatan Rusia."

Pakar senjata Moskow menyebut, rudal Satan 2 akan mampu menghindari radar. Ia juga dapat terbang cukup jauh untuk menghantam London atau pesisir timur dan barat AS. Saat ini ketegangan antara Inggris dan Rusia dalam titik tertinggi. 

Salah satu penyebabnya, Perdana Menteri Inggris Theresa May baru-baru ini menyerang Putin karena Rusia merusak upaya Barat mencapai penyelesaian politik di Suriah.

Sumber: Okzone

Tuesday, October 25, 2016

10 Heli Tempur Canggih Saat Ini



Inilah 10 Helikopter Tempur Paling Canggih Di Dunia saat ini untuk Anda.  Mereka merupakan yang terbesar dan paling modern diantara yang lainnya, mengapa? Analisia ini berdasarkan pada kinerja, kecepatan, perlindungan, kelincahan, kemampuan senjata serta sistem avionik.

10 Helikopter Militer ini merupakan helikopter serang terbaik yang telah beroperasi saat ini. Semua helikopter dalam daftar kami ini merupakan Helikopter Militer yang sangat kuat dalam menghancurkan lawan-lawannya dan sudah terbukti di medan perang.

Berikut 10 Helikopter Tempur Paling Canggih Di Dunia Saat Ini dari berbagai negara di dunia.

1. AH-64E Apache Guardian  (USA)

AH-64E Apache Guardian

AH-64 dihasilkan oleh dua buah mesin turbin poros General Electric T700 dengan ekszos terletak tinggi di kedua belah poros rotor. Apache memiliki empat bilah rotor utama dan empat bilah rotor ekor. Peringkat kru dalam susunan paralel, di mana pilot akan duduk di belakang dan pada pembantu pilot-penembak dalam ruang kokpit berperisai. 

Hebatnya lagi ruang kru dan tangki bahan bakar dilindungi sedemikian rupa di mana helikopter berupaya untuk diterbangkan meskipun menerima tembakan dari senjata kaliber 23 mm.

Dengan kecepatan maksimum 300 km/jam helikopter ini dipersenjatai dengan meriam rantai M230 berkaliber 30 mm yang boleh disambungkan kepada paparan lekapan helmet penembak, yang ditetapkan pada kedudukan terkunci menembak ke hadapan, atai dikawal melalui Sistem Penandaan dan Perolehan Sasaran (TADS). 

AH-64 dirancang untuk bertahan dalam lingkungan garis depan dan digunakan pada waktu siang atau malam, dan dalam cuaca buruk dengan menggunakan avionik dan elektronik seperti Sistem Penandaan dan Perolehan Sasaran, Sistem Penglihatan Malam Juruterbang (TADS/PNVS), pertahanan diri pasif inframerah, (GPS), dan Sistem Paparan Bidikan dan Helmet Terpadu (IHADSS).

Monday, October 24, 2016

SAAB Tawarkan Jet Tempur Canggih Ke Indonesia



Presiden dan CEO, Saab Asia Pasifik, Dan Enstedt, berbicara tentang kegiatan Saab di Indonesia, proposal Gripen dan upaya agar dapat menjadi mitra dalam memenuhi kebutuhan pertahanan Indonesia. Berikut Pertanyaan yang di lontarkan kepada SAAB...

Dapatkah Anda secara singkat menjelaskan kegiatan Saab di Indonesia ?

Kami memiliki produk andalan yang hadir di seluruh wilayah membentang dari Korea hingga ke India. Produk kami telah digunakan di sebagian besar negara-negara Asia Tenggara dan telah teruji dalam waktu yang lama. Angkatan bersenjata Indonesia merupakan pelanggan RBS 70 dan radar Giraffe selama bertahun-tahun, dan kami melihat banyak potensi dengan Indonesia untuk beberapa sektor di masa depan.

Indonesia menghadapi tantangan yang cukup unik, mulai dari pengamanan sejumlah rute laut yang paling sensitif di dunia, ancaman dari bajak laut, illegal fishing, penebangan dan peredaran gelap dan banyak lainnya. Agar dapat menjangkau semua itu, Indonesia memerlukan sistem pengawasan kualitas tinggi. Ini tidak hanya soal menambahkan angka-angka untuk pengawasan wilayah darat dan laut yang kompleks. Pertanyaannya adalah tentang bagaimana mengawasi kalaikan aset melalui teknologi canggih.

Misalnya, mensinkronkan informasi data link antara matra darat, udara dan laut dengan cepat dan memungkinkan Anda menyebarkan solusi terbaik dan tercepat. Saab unggul dalam solusi ini dan merupakan salah satu alasan mengapa kekuatan pertahanan Indonesia mengambil begitu banyak produk kami.

Saab dan Swedia bisa menciptakan teknologi yang independen dari kekuatan besar, karena sikap politik kami yang unik selama Perang Dingin. Hari ini, kita dapat melihat banyak kesamaan dengan Indonesia, yang terletak di wilayah yang menarik bagi hampir semua kekuatan super – yang semuanya hadir langsung di sekitar Indonesia. Komitmen Indonesia untuk menciptakan industri pertahanan yang kuat, mandiri di dalam negeri, dillihat Saab sebagai pasangan yang sempurna untuk membangun industri pertahanan dalam negeri karena filosofi kami adalah kerjasama industri.

Bagaimana Gripen memenuhi kebutuhan masa depan Angkatan Udara Indonesia?

Angkatan Udara Indonesia menjaga wilayah yang sangat besar, mencakup lebih dari 17.000 pulau, yang membentang lebih dari hampir 2 juta kilometer persegi. Kepulauan yang luas membutuhkan kekuatan udara dengan ketersediaan operasional yang tinggi. Dengan waktu yang singkat untuk persiapan operasional, Indonesia membutuhkan pesawat berkemampuan peran ganda, dimana situasi dapat berubah menjadi ancaman dan memerlukan intervensi dalam rentang waktu yang sangat singkat. Yang paling penting, negara perlu cukup pesawat untuk menjaga perbatasan, di wilayah yang terbuka dari segala arah.

Gripen merupakan generasi baru, pesawat tempur multi-peran yang siap masuk dalam layanan operasional. Dengan menggunakan teknologi terbaru, Gripen mampu melakukan berbagai tugas, baik udara-ke-udara, udara-ke-permukaan dan misi pengintaian menggunakan senjata terbaru. Gripen merupakan pesawat tempur berkemampuan tinggi dengan kemampuan multi-peran yang baik dan biaya yang efektif untuk beroperasi dalam jangka panjang, yang bertentangan dengan pesaing yang bermesin ganda besar dan berat.


Apa saja fitur kunci usulan Saab Gripen untuk Indonesia?

Kami telah menawarkan pesawat tempur Gripen C dilengkapi dengan upgrade kemampuan MS20 terbaru yang meliputi Rudal Meteor MBDA (beyond-visual-range air-to-air missile) dan bom GBU-39 Small-Diameter. Opsi Gripen E juga terbuka tergantung kemampuan yang dibutuhkan Indonesia.

Kami menawarkan sistem pertahanan udara lengkap yang mencakup sistem peringatan dini (AEW & C) untuk pengawasan maritim dan pengawasan wilayah, datalink taktis untuk berbagi data di seluruh platform serta komando dan control berbasis darat.

Kami berkomitmen kerja sama dengan industri lokal dalam mendukung pengguna akhir. Banyak pekerjaan dapat diciptakan melalui kerjasama industri yang kuat yang mencakup transfer teknologi dan produksi lokal. Bagi kami, penting untuk membangun kompetensi dengan orang-orang lokal di negara Indonesia. Kami menciptakan banyak pekerjaan dengan konsep tersebut, dan ini sesuatu yang tidak dilakukan oleh pesaing kami.

Sumber : jakartaGreater