Showing posts with label WAR. Show all posts
Showing posts with label WAR. Show all posts

Saturday, July 16, 2016

Kudeta Militer Menggulingkan Pemerintahan Erdogan

Seorang Warga Mencoba menghadang Tank Yang Melakukan Aksinya Di Dalam Kota


Upaya Kudeta Militer Untuk Menggulingkan Pemerintahan Tayyip Erdogan


ANKARA - Upaya kudeta militer untuk menggulingkan pemerintahan Turki dibawah pimpinan Tayyip Erdogan dikabarkan tengah berlangsung di negara tersebut. Ankara, sebagai ibukota Turki mendadak berubah menjadi medan perang setelah personil militer mengerahkan kekuatan mereka ke pusat kota.

Berdasarkan keterangan seorang saksi mata, seperti dilansir Reuters pada Sabtu (16/7), helicopter militer terus berlalu-lalang dilangit Ankara, dan dalam beberapa kesempatan helikopter tersebut melepaskan tembakan peringatan. Kendaran militer, dari ringan hingga berat seperti tank turut berseliweran di jalanan Ankara.

Thursday, July 14, 2016

US Dan Korsel Tempatkan Missile Defense THAAD Di Seongju


Penempatan THAAD (Terminal High Altitude Area Defense) Di Korea Selatan



SEOUL – Demi melindungi beberapa basis militer Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel) di selatan Semenanjung Korea dari ancaman serangan Korea Utara (Korut), penempatan THAAD akan segera dilakukan lewat keputusan bersama. 

THAAD (Terminal High Altitude Area Defense) atau sistem pertahanan anti-misil yang mobile itu, digadang akan jadi pilar pertahanan menangkal ancaman Korut terhadap beberapa basis militer AS-Korsel di Pyeongtaek serta Gunsan. 

Menteri Perang ISIS Tewas Di Medan Perang

Foto Menteri Perang ISIS Abu Omar Al Shishani
Foto Menteri Perang ISIS Abu Omar Al Shishani


Perdebatan Tewasnya Menteri Perang ISIS, "Akhirnya" Abu Omar Al Shishani Tewas


MOSUL – Kantor Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (AS), Pentagon, mengabarkan Menteri Perang ISIS Abu Omar al Shishani tewas akibat serangan udara pada Maret 2016. Tetapi kabar tersebut dibantah agen berita ISIS, Amaq, yang menyebut pria asal Chechnya itu masih hidup. 

Namun, agen berita yang sama pada Rabu 13 Juli 2016 mengabarkan pria bernama asli Tarkhan Batirashvili itu telah meninggal dunia. Abu Omar al Shishani dikabarkan tewas dalam pertempuran di Kota Shirqat, dekat Mosul, Irak.

Wednesday, July 13, 2016

"Hot News" China Kirim 4 Kapal Perusak Ke LCS

Ilustrasi (Kapal Perusak China)

LCS Memanas China Kirim Kapal Perang Baru

BEIJING - China tampaknya benar-benar tidak menggubris putusan Pengadilan Arbitrase Internasional. Alih-alih menjalankan putusan tersebut, China malah mengirim empat kapal perusak yang masih ke Laut China Selatan (LCS) dan memperingatkan bahwa keberadaan kapal tersebut untuk memberlakukan zona pertahanan udara di atas wilayah yang disengketakan.

Dikutip dari Russia Today, Rabu (13/7/2016), China meluncurkan Destroyer (Kapal Perusak) berkawal misil “Yinchuan” bertipe 052D yang untuk pertama kali, mengemban tugas Angkatan Laut (AL) China dan mulai diresmikan di Pangkalan AL di Sanya, Provinsi Hainan. 

Tuesday, July 12, 2016

Komunikasi Korea Utara Dan AS Resmi di "PUTUS"

Salah Satu Kekuatan Korea Utara Yang Di Claim Oleh Korut Mampu Mengalahkan AS

Korea Utara dan AS Putus Jalur Komunikasi

Korea Utara mengatakan akan memotong jalur komunikasinya yang terakhir dengan Amerika Serikat sebagai protes atas diberikannya sanksi terhadap negeri itu masuk dalam daftar hitam pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

Dilansir dari situs Channel News Asia, Selasa, 12 Juli 2016, Kementerian Luar Negeri Korea Utara menginformasikan pemerintah AS bahwa negaranya secara efektif akan menghentikan semua komunikasi dengan Paman Sam melalui kantor perwakilan Korea Utara di Perserikatan Bangsa-Bangsa, New York, AS.

Filipina Memenangkan Gugatan Atas Konflik Laut China Selatan


Mahkamah Internasional di Den Haag Belanda (UN.org)

Filipina Memenangkan Gugatan Atas Konflik Laut China Selatan

Pengadilan Arbitrase Internasional (Permanent Court of Arbitration / PCA) Den Haag Belanda, memutuskan untuk memenangkan gugatan Filipina atas sengketa wilayah di Laut China Selatan. Demikian dikutip dari situs Mb, Selasa 12 Juli 2016. Di bawah Hukum Laut PBB, atau UNCLOS, pengadilan arbitrase mengatakan klaim 9 Dashed Lines yang diajukan China tidak memiliki dasar hukum kuat.

Tiga WNI Yang Di Sandera Abu sayyaf Berasal Dari NTT


Tiga sandera WNI Ternyata Berasal Dari NTT

Kupang - Ada tiga Warga Negara Indonesia (WNI) yang disandera di Malaysia ternyata berasal dari Kecamatan Tanjung Bunga, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) . Ketiga warga NTT yang disandera itu yakni Theodorus Kopong, Emanuel Arkiang, dan Lorens Koten.

Kata Gubernur NTT Frans Lebu Raya "Saya minta keluarga tetap tenang, mereka sudah menerima kabar mengenai anggota keluarganya yang diculik tersebut," , Selasa, 12 Juli 2016. Adapun penyanderaan itu terjadi pada 9 Juli 2016. 

"Siaga" Sengketa Laut China Selatan Di Tentukan Hari Ini


Batas Negara Dengan Laut China Selatan

Nasib China Di Laut China Selatan

Hari ini Selasa (12/7) Nasib China dalam sengketa Laut Cina Selatan dengan batas negara lain akan ditentukan . China hari ini menghadapi putusan dari sidang Pengadilan arbitrase internasional di Den Haag, Belanda terkait gugatan Filipina dalam sengkarut di Laut Cina Selatan.

Menghadapi sidang putusan tersebut Cina berulang kali menyatakan menolak yurisdiksi tribunal. ”Sekali lagi saya tekankan pengadilan arbitrase tidak punya yurisdiksi dalam kasus dan masalah yang relevan, dan tidak seharusnya menggelar sidang atau membuat keputusan,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Hong Lei, dalam pernyataan di situs web resmi kementerian (30/6)

Sunday, July 10, 2016

"Hebat" Senjata SS1 V1 Jebol Rompi Antipeluru Marinir AS

Gambar Ilustrasi (TNI Menembak menggunakan senjata buatan PT. PINDAD)

SS1 V1 buatan Pindad lampaui Steyr dan M4


JAKARTA - Senjata SS1 Varian 1 (SS1 V1) buatan PT Pindad yang dipergunakan oleh tim marinir TNI AL mampu menjebol rompi antipeluru milik United State Marines Corps (USMC). Peristiwa itu terjadi saat uji setting senjata atau zeroing dalam rangakaian Latihan Rim of Pacific di Kaneohe Bay Marine Corps Base, Hawaii, Honolulu, Amerika Serikat baru-baru ini.

Komandan Satgas Marinir Indonesia, Mayor Mar Indra Fauzi Umar yang membawa 45 anggota pilihan dari Indonesia mengatakan, zeroing senjata dilaksanakan oleh tiga negara yakni Indonesia, Amerika Serikat, dan Australia yang tergabung dalam satu kompi. 

Ketagihan Menculik WNI. "Lagi" 3 WNI Diculik Kelompok Bersenjata.

Gambar Ilustrasi Kelompok Bersenjata. (detikcom)


Kronologi Penculikan WNI 


Jakarta, CNN Indonesia - Untuk kesekian kalinya pelaut Indonesia kembali dilaporkan diculik kelompok bersenjata, anehnya kelompok bersenjata menculik WNI di perairan antara Malaysia dan Filipina. Menurut Reuters yang mengutip kepolisian di Sabah, tiga pelaut Indonesia diculik dari kapal mereka pada Sabtu tengah malam (9/7).

Belum diketahui apakah pelaku penculikan ini adalah militan Abu Sayyaf atau bukan, dari beberapa kasus penyanderaan sebelumnya. Abu Sayyaf dikenal kelompok separatis yang dalam 7 bulan belakangan ini telah menculik beberapa WNI di perairan Philipina

ISIS Tembak Jatuh Helikopter Rusia, Dua Pilot Tewas


Isis Merilis Video Yang Menembak Jatuh Helikopter Rusia. (Diolah dari Reuters TV)

Kronologi Penembakan Helikopter Rusia

Jakarta - Kelompok militan ISIS dilaporkan telah menembak jatuh sebuah helikopter serbu milik Rusia di dekat Palmyra, Suriah. Dua orang pilot Rusia dalam helikopter tersebut tewas, seperti yang disampaikan laporan Kementerian Pertahanan di Moskow.

Diberitakan Reuters yang mengutip Kemhan Rusia, Sabtu (9/7), helikopter Mi-25 tersebut ditembak jatuh pada Jumat (8/6) setelah melakukan penyerangan ke markas ISIS di Homs.

Friday, June 17, 2016

Korut Prediksi Perang Besar dengan AS Pecah Agustus


Presiden Korut Prediksi Akan Terjadi Perang Besar Dengan AS Agustus Nanti


Gambar Ilustrasi

PYONGYANG - Pemerintah Korea Utara (Korut) memprediksi bahwa perang besar dengan Amerika Serikat (AS) pecah pada bulan Agustus 2016 nanti. 

Rezim Korut yang dipimpin Kim Jong-un menuduh AS merencanakan serangan udarapreemptive. Korut bersumpah mengatasi serangan itu dengan tindakan perang.

Prediksi Pyongyang akan perang melawan Washington itu disampaikan Kementerian Luar Negeri Korut pada hari Kamis. Menurut kementerian itu, pemerintahan Barack Obama merencanakan serangan udara untuk menghancurkan fasilitas nuklir dalam “perang atau agresi terang-terangan”.

Dalam pernyataan yang dilansir kantor berita KCNA, kementerian tersebut mengklaim bahwa Pyongyang memiliki bukti bahwa Washington secara terbuka mempertimbangkan kampanye pengeboman untuk melumpuhkan kemampuan nuklir Korut. Korut menganggap hal itu sudah menaikkan taruhan untuk perang habis-habisan di semenanjung Korea.

”Fakta bahwa Amerika Serikat secara terbuka mendiskusikan 'operasi serangan presisi’ adalah tanda bahwa itu di ambang pengambilan langkah yang sangat sembrono,” kata kementerian itu melalui seorang juru bicara.

“Fakta operasi dibuat menjelang latihan militer bersama AS-Korea Selatan, ‘skenario perang’ berbahaya yang terjadi pada bulan Agustus, tidak bisa diabaikan,” lanjut kementerian itu, seperti dikutip Sputniknews, Jumat (17/6/2016).

Hubungan antara AS dan Korut telah tegang sejak tahun 2002, ketika Presiden George W. Bush memasukkan Korut dalam daftar “Axis of Evil”, bersama dengan Irak dan Iran. Rezim Korut yang kala itu masih dipimpin Kim Jong-il—ayah Kim Jong-un—khawatir bahwa serangan dari Washington sudah dekat atau situasi telah menjauh dari nonproliferasi nuklir dan pengaturan anti-rudal balistik.

Dalam beberapa bulan terakhir, Pyongyang telah mengecam AS dan Korea Selatan karena menggelar latihan perang besar-besaran di dekat perbatasan Korut sebagai "gladi resik untuk invasi besar-besaran."

Korea Utara telah merespon dengan serangkaian tes rudal nuklir dan balistik. Korut atau DPRK juga mengklaim telah berhasil menguji coba miniatur senjata nuklir jenis bom hidrogen.
(Sindonews)

Thursday, April 7, 2016

Pembajakan dan Penyandraan 10 WNI oleh Abu Sayyaf di Filipina

Kronologi pembajakan kapal Brahma 12 dan kapal ponton Anand 12

Kronologi Pembajakan "detiknews"

Beberapa hari yang lalu kita telah mendengar kabar dari berita atau media sosial bahwa ada pembajakan kapal WNI oleh kelompok bersenjata di filipina yang di pimpin oleh Abu Sayyaf. kapal tersebut adalah kapal taqboat yang di beri nama Brahma 12 dengan awak kapal 10 Orang warganegara Indonesia.

Dari pihak Pemerintah indonesia melalui Kementrian Luar Negeri membenarkan adanya Pembajakan kapal di Filipina dan Menyandra 10 awak kapal berkewarganegaraan indonesia.

Kapal Brahma 12 berangkat dari sungai puting Banjarmasin (Kalimantan Selatan) Menuju Batangas Filipina Selatan. Brahma 12 menggandeng kapal Anand  12 dengan muatan batu bara seberat 7000 ton batu bara.


Kelompok Abu Sayyaf
Sebelum sampai di Filipina, Kapal Di bajak oleh kelompok Bersenjata Abu sayyaf. Tidak di ketahui persis kapan kapal tersebut di bajak, pembajakan kapal itu baru di ketahui oleh pemilik kapal pada tanggal 26/03/2016 saat menerima telepon yang mengaku dari kelompok Abu Sayyaf di Filipina.

Tidak sampai di situ, beredar sebuah video dari akun facebook yang di duga dari kelompok Abu Sayyaf yang mengancam keselamatan 10 WNI bila tidak memberikan uang tebusan. Pembajak meminta uang tebusan untuk membebaskan kesepuluh sandra WNI itu sebesar 50 juta peso atau sebesar kurang lebih 15 Miliar Rupiah dengan batas waktu 8 hari, bila di hitung batas waktu yang di janjikan pemberontak akan berakhir tgl 8/4/2016 sejak video tersebut di rilis.


Bagaimana Kesigapan Pemerintah 

Kamis sore 31 Maret 2016 istana kepresidenan mendadak rame oleh petinggi petinggi TNI, POLRI, BIN dan Kementrian luar Negeri membahas bagaimana cara membebaskan 10 WNI yang masih di sandra oleh kelompok Abu Sayyaf.

Namun Penyelamatan itu terkendala sikap Filipina yang menolak mengijinkan bantuan TNI untuk menyelamatkan 10 WNI tersebut, namun Jokowi langsung melakukan komikasi intensif dengan presiden filipina Benigno Aqueno III. 

Tidak tahu apa yang di perbincangkan jokowi saat itu tapi kebijakan pemerinta Filipina sangat membuat kecewa pemerintahan RI. Karena langkah pembebasan itu di ambil langsung oleh Tentara Filipina.

Luhut Binsar Panjaaitan
Jadi dalam proses Pembebasan 10 WNI, pemerintah tidak mengirimkan pasukan terbaik TNI kita untuk membebaskan 10 WNI yang di sandra oleh Abu Sayyaf, Alasannya Konstitusi Filipina melarang tentara asing masuk ke wilayahnya, hal itu di sampaikan oleh Menteri Koordinasi bidang polikit hunum dan keamanan "Luhut Binsar Panjaitan"


Bagaimana Persiapan TNI Mengenai Hal Ini



Di lansir dari media REPUBLIKA.co.id -- Panglima TNI Gatot Nurmantyo mengatakan, sampai saat ini ia terus berkoordinasi dengan Panglima Militer Filipina dalam masalah pembebasan 10 WNI yang di sandra kelompok Abu Sayyaf.



Dari persiapan yang di lakukan TNI, TNI telah membentuk Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) yang telah melakukan latihan tahunan di tarakan Kalimantan Utara yang sewaktu waktu di butuhkan bila ada ancaman atau gangguan dari dalam dan luar negeri. 

Gatot mengatakan kebutuhan personil dan alusista yang di butuhkan sudah siap dan sudah lengkap, dan segala kesiapan personil sudah jadi tupoksinya. 




Besok hari terakhir keputusan yang di keluarkan oleh kelompok Abu Sayyaf untuk meminta tebusan 50 juta peso atau sebanyak kurang lebih 15 miliar rupiah, bagaimanakah kekuatan Militer Filipina Menghadapi  situasi ini, dan bagaimanakan nasib ke sepuluh warga negara indonesia di tangan Militer Filipina. Kita tunggu Besok kelanjutannya,,

Dan mari kita sama sama berdoa untuk pembebasan sandra 10 WNI dan 11 WNA yang di sandra oleh kelompok Abu Sayyaf tersebut. Semoga lancar dan tidak memakan korban jiwa di pihak sandra dan di pihak Militer.

Mari beri dukungan Doa dengan berkomentar dan gunakan bahasa yang baik dan benar. 

Terima kasih telah berkunjung ke blog ini.

Tuesday, December 8, 2015

Rusia Sebar Sistem Rudal S-400 di Arktik

Rusia Sebar Sistem Rudal S-400 di Arktik
Rusia menempatkan dua resimen sistem rudal S-400 di Arktik | (Russia Today)

MOSKOW - Seorang sumber di Staf Umum Angkatan Bersenjata Rusia mengatakan, Kremlin telah menempatkan dua resimen sistem rudal termutakhir mereka, S-400, di wilayah Arktik.

Sumber itu mengatakan, sistem rudal itu telah dikerahkan ke kepulauan Novaya Zemlya dan ke pelabuhan Yakutian di Tiksi yang berada di Samudra Arktik. Kremlin juga menempatkan rudal jarak pendek Pantsir S-1 sebuah sistem pertahanan udara mobile dilengkapi dengan pelucur rudal Igla-S dan meriam Djigit laras ganda 30mm.

"Sepanjang tahun lalu, dua resimen S-400 telah dikerahkan di kepulauan Novaya Zemlya dan di kota Yakutian di Tiksi," kata sumber tadi, seperti dikutip dari lamanRussia Today, Selasa (8/12/2015).

Selain itu, khusus pangkalan militer Novaya Zemlya juga diperkuat dengan rudal pertahanan pantai Bastion-P dan dipersenjatai dengan rudal penjelajah anti kapal P-800 Yakhont. "Sistem ini berstatus waspada selama 24 jam," kata sang sumber.

Ia juga menekankan, ada banyak instalasi militer lainnya di Arktik yang dipersenjatai dengan rudal, sistem pertahanan udara dan artileri. "Dari Semenanjung Cola dan Novaya Zemlya di Barat ke Andyr dan Mys Shmidta di Timur," tukasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Rusia telah selesai membangun dan melengkapi enam pangkalan militer barunya di seluruh Arktik. Enam pangkalan militer itu akan memudahkan kehadiran pasukan Rusia dalam jumlah besar sejak Perang Dingin di wilayah yang dikenal sebagai Kutub Utara itu.


SINDOnews.com

Pertama Kali Rudal Kapal Selam Rusia 'Hajar' ISIS di Suriah

Pertama Kali Rudal Kapal Selam Rusia 'Hajar' ISIS di Suriah
Kapal selam Rusia di Mediterania menembakkan rudal untuk menggempur ISIS di Suriah. | (yournewswire)

Kapal Selam Rusia Tembakkan Rudal Ke target ISIS di Suriah  

MOSKOW - Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu, mengatakan bahwa, Rusia untuk pertama kalinya menggempur basis-basis ISIS dengan rudal yang ditembakkan dari kapal selam Kremlin di Mediterania.

”Sasaran dua posisi teroris besar di wilayah Raqqa,” kata Shoigu dalam pertemuannya dengan Presiden Vladimir Putin yang disiarkan stasiun televisi Rusia. Menurutnya, rudal-rudal Calibre ditembakkan dari kapal selam Rostov-on-Don.

”Kami dapat mengatakan dengan penuh keyakinan bahwa kerusakan cukup serius dialami toko senjata dan pabrik yang digunakan untuk mempersiapkan infrastruktur tambang dan minyak,” lanjut Shoigu, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (9/12/2015).

Shoigu mengatakan, Rusia telah memberitahu Israel dan Amerika Serikat sebelum berencana untuk meluncurkan rudal dari kapal selam. Selama tiga hari sebelumnya, kata dia, Angkatan Udara Rusia telah meluncurkan lebih dari 300 serangan di Suriah dan menyerang lebih dari 600 target dari berbagai jenis.

Shoigu menambahkan, pesawat jet pembom Rusia yang terbang di wilayah udara Suriah kini didampingi oleh pesawat jet tempur, seperti yang telah diperintahkan Presiden Putin. Perintah itu muncul setelah pesawat jet pembom Su-24 ditembak jatuh pesawat tempur F-16 Turki atas tuduhan melanggar wilayah udaranya, meski Moskow menyangkal.

Presiden Putin berterima kasih kepada layanan khusus Rusia dan pasukan Pemerintah Suriah yang bekerjasama mengatasi masalah itu. Putin mengatakan, kerjasama itu akan memungkinkan para ahli untuk menentukan di mana tepatnya pesawat Su-24 Rusia ditembak jatuh.”Itu harus dibuka hanya di hadapan ahli internasional, hati-hati mendokumentasikan segala sesuatu,” katanya.


SINDOnews.com

Rusia Dekati Kapal Perang Ke Istanbul Turki

Rusia Dekati Kapal Perang Ke Istanbul Turki
Kapal perang Rusia, Caesar Kunikov 

Kapal Perang Rusia Dekati Istanbul Turki

Ketegangan Rusia dan Turki terus memanas sejak ditembak jatuhnya pesawat jet Su-24 Rusia oleh Turki. Kapal perang Kremlin, Caesar Kunikov, bergerak mendekati Istanbul, melintasi perairan Turki dengan membawa peluncur roket.
Gerakan kapal perang itu, membuat Turki marah dan menyebutnya sebagai tindakan provokasi. Kemarahan dari Turki disampaikan Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu.
”Itu menunjukkan rudal yang dioperasikan oleh seorang tentara di sebuah kapal perang Rusia, atau hal-hal lain seperti senjata anti-pesawat, itu adalah provokasi murni,” kata Cavusoglu, seperti dilpaorkan Hurriyet Daily News.
”Kapal perang Rusia memamerkan senjata adalah provokasi,” lanjut Cavusoglu dalam pidato yang disiarkan di stasiun NTV.
Çavu?o?lu menegaskan, Turki berhak merespons atas aksi yang dianggap sebagai ancaman tersebut dengan cara yang dianggap perlu.

tegang

Sebelumnya, saluran televisi Turki NTV menayangkan foto seseorang yang diduga merupakan tentara Rusia saat ia berada di atas kapal militer Cesar Kunikov yang tengah menyeberangi Selat Bosporus. Di tangannya pria tersebut, terlihat jelas sesuatu yang sangat mirip dengan pelontar granat PZRK atau senjata serupa. NTV menyebut foto tersebut diambil pada tanggal 5 Desember 2015, saat kapal militer Cesar Kunikov menuju Suriah.
Sejatinya, di bawah perjanjian Perang Dunia Pertama, Turki harus membiarkan semua kapal melewati perairannya yang bergerak melalui Istanbul, karena merupakan kawasan internasional.
Namun, atas gerakan kapal perang Rusia itu, Turki dilaporkan telah memanggil Duta Besar Rusia untuk Ankara, Andrey Karlov, seperti disampaikan Kementerian Luar Negeri Turki, Selasa (8/12/2015).
Seorang pejabat kementerian itu mengatakan bahwa, Dubes Andrey Karlov dipanggil ke kantor Kementerian Luar Negeri Turki setelah media Turki menerbitkan foto tentara Rusia yang membidikkan peluncur roket di atas kapal perang.
Jakartagreater.com

Obama Kenang Bom Jepang Meluluhlantakkan Pearl Harbor

Obama Kenang Bom Jepang Meluluhlantakkan Pearl Harbor
Dokumentasi serangan kilat Jepang terhadap pangkalan militer Pearl Harbor, AS.
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama dan rakyatnya mengenang 74 tahun serangan mendadak bom-bom Jepang yang meluluhlatakkan pangkalan Angkatan Laut AS di Pearl Harbor, Hawaii. Serangan pada 7 Desember 1941 kala itu menewaskan ribuan warga dan menghancurkan kapal-kapal perang AS.
 
Peringatan itu digelar Senin waktu AS atau hari ini (8/12/2015) WIB.“Serangan itu diserap Amerika sebagai konflik yang akan mengubah jalan bagi martabat manusia dan kebebasannya,” ucap Obama pada hari yang telah ditetapkan sebagai “National Pearl Harbor Remembrance Day” oleh hukum di AS dan dikenang saban tahun.
 
”Hampir tujuh setengah dekade lalu, saat fajar merekah di atas pulau Oahu, bom menerobos langit yang oleh pasukan Jepang diluncurkan tanpa alasan pada bangsa kita,” kata Obama.
 
“Lebih dari 2.400 nyawa berharga dan banyak armada Pasifik kami hilang, namun penyatuan berikutnya dari orang-orang kami terbukti kuat dari serangan yang bertujuan untuk melemahkan kita,” lanjut Obama, seperti dikutip IB Times.
 
Serangan oleh Angkatan Laut Kekaisaran Jepang kala itu berlangsung pada hari Minggu. AS tidak menerima peringatan apapun bahkan tidak ada deklarasi perang.
 
Sebanyak 2.203 orang Amerika, termasuk 1.177 pelaut di kapal perang USS Arizona tewas dan lebih dari 1.000 orang lainnya terluka. Serangan itu bagian dari strategi Jepang untuk menggagalkan setiap respons militer Amerika untuk menaklukkan wilayah Asia Tenggara. Dua kapal perang AS tenggelam dan banyak yang rusak dalam serangan itu.


SINDOnews.com

Friday, October 30, 2015

Bentrokan Antara Israel Dan Palestina Terus Berlanjut

Bentrokan Antara Israel Dan Palestina Terus Berlanjut1
Aparat keamanan nasional Palestina mencegah seoarang pemuda melemparkan batu ke arah pasukan Israel dalam bentrokan akibat ketegangan di Masjid al-Aqsa Yerusalem di wilayah pendudukan Tepi Barat, kota Hebron, Selasa (29/8). Polisi Israel dan warga Palestina bentrok hari Minggu lalu di halaman masjid al-Aqsa Yerusalem, dimana kekerasan yang terjadi selama beberapa pekan menarik perhatian dunia internasional.(REUTERS/Mussa Qawasma)

Ramallah, Palestina Bentrokan terus terjadi antara Israel dan Palestina, dan menewaskan dua orang Palestina pada Kamis (29/10) dalam peristiwa terpisah di Kota Al-Khalil (Hebron), bagian selatan Tepi Barat, kata pemerintah Palestina.

Pada Kamis pagi, Mohamed Awawdeh, seorang pejabat di Kementerian Kesehatan Palestina mengkonfirmasi kepada kantor berita Xinhua bahwa militer Israel menembak dan menewaskan satu orang Palestina yang diduga menikam seorang prajurit Israel di Tepi Barat.

Juru bicara polisi Israel mengatakan peristiwa itu terjadi di dekat Tomb of Patriarchs, makam Nabi Ibrahim, Ishak, Yakub serta istri-istri mereka; tempat suci bagi umat Muslim, Nasrani dan Yahudi.

"Setelah pemuda itu terbunuh, militer Israel menahan mayatnya dan menolak untuk menyerahkannya kepada keluarganya," kata Awawdeh sebagaiman dikutip kantor berita Xinhua.

Ia menambahkan militer Israel masih menahan 20 mayat orang Palestina sejak awal Oktober, kebanyakan dari mereka berasal dari Hebron.

Pada Kamis malam, Awawdeh mengatakan, satu lagi orang Palestina ditembak mati oleh tentara Israel di Al-Khalil.

Identitas pria tersebut belum diketahui dan mayatnya dibiarkan tergeletak di tanah, tambah pejabat Palestina itu.

Saat ketegangan meningkat di lapangan, berbagai faksi Palestina, termasuk HAMAS, menyerukan satu hari lagi hari kemarahan terhadap Israel pada Jumat.

Sementara itu, para pemimpin Palestina juga melakukan pertempuran diplomatik internasional guna mencari perlindungan buat rakyat Palestina.

Kementerian Luar Negeri Palestina pada Kamis menuduh pemerintah Israel melakukan terorisme terorganisir terhadap rakyat Palestina.

"Pemimpin partai sayap-kanan dan tokoh ekstrem sayap-kiri di dalam pemerintah Israel bersaing untuk melancarkan metode baru penindasan dan gangguan terhadap orang Palestina," kata kementerian tersebut di dalam satu pernyataan.

"Yang paling akhir adalah usul Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk mendirikan pengadilan sipil guna mempercepat penghukuman kolektif dan mengeluarkan instruksi pehananan administratif, penghancuran rumah dan pencabutan izin tinggal," tambah pernyataan tersebut.

Kementerian Luar Negeri Palestina menganggap tindakan itu sebagai agresi barbar nyata yang dipraktekkan oleh kekuatan pendudukan Israel terhadap rakyat Palestina, dan menyeru masyarakat internasional mendesak Israel menghentikan semua kejahatan tersebut.

Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, jumlah korban jiwa di pihak Palestina akibat tindakan militer dan polisi Israel sejak awal Oktober telah naik jadi 68.

Lebih dari 2.000 orang Palestina cedera dalam berbagai bentrokan dengan pasukan keamanan Israel.

Gelombang terkini bentrokan meletus pada September di kompleks Masjid Al-Aqsha, Jerusalem Timur, dan menyebar ke seluruh Israel, Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Dalam beberapa hari belakangan, Hebron, tempat 1.000 pemukim Yahudi tinggal di bawah penjagaan militer kuat di antara puluhan ribu orang Palestina, menjadi ajang utama bentrokan, dengan serangan-serangan menggunakan pisau dan bentrok yang hampir setiap hari terjadi antara pengunjuk rasa Palestina dan pasukan Israel.

Gelombang bentrokan itu telah menewaskan 11 orang Israel, yang utamanya meninggal karena ditikam menggunakan pisau, menurut beberapa pejabat. 
(ANTARA News) 

Monday, October 26, 2015

Kapal Laut AS cegat Rudal Balistik

Kapal Laut AS cegat Rudal Balistik2
USS Ross (DDG-71) -kapal pemandu misil Arleigh

Edinburgh – Angkatan Laut AS merilis video yang menunjukkan USS Ross (DDG-71) -kapal pemandu misil Arleigh- menghancurkan rudal balistik dekat Skotlandia.

Dikutip dari Business Insider, Kamis (22/10/2015), latihan pada 20 Oktober di Samudra Atlantik Utara yang melibatkan kapal Angkatan Laut Amerika untuk menembak jatuh sebuah rudal balistik lawan itu merupakan pertama kalinya dilakukan.
Menurut Angkatan Laut AS, video ini memperlihatkan Standard Missile-3 (SM-3) Block IA diuncurkan dari dek kapal dan berhasil mencegat rudal balistik Terrier Orion dari jarak pendek yang ditembakkan dari Hebridges Range di Skotlandia.
“SM-3 adalah salah satu dari dua kapal antirudal jelajah. USS The Sullivan (DDG 68) juga menembakkan SM-2 selama latihan,” kata Angkatan Laut AS dalam siaran persnya.
Liputan6.com

Pasukan Mesir tewaskan 25 gerilyawan di Sinai


Asap mengepul di Sinai Utara, Mesir, terlihat dari perbatasan selatan Jalur Gaza dengan Mesir. (REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa)


Pasukan Angkatan Darat dan polisi Mesir menewaskan 25 gerilyawan selama bentrokan dua hari di Sinai Utara, demikian laporan kantor berita resmi Mesir, MENA, pada Minggu (25/10).

Pasukan gabungan melucuti 39 alat peledak dan menangkap 15 tersangka di provinsi itu menurut laporan tersebut.

Pasukan gabungan juga menghancurkan beberapa tempat penyembunyian peledak dan tujuh ton ganja.

Pada September, Angkatan Darat Mesir memulai operasi anti-teror besar-besaran di Sinai Utara. Militer Mesir menyatakan ratusan gerilyawan tewas selama operasi yang masih berlangsung tersebut.
 
Pada 7 Oktober, militer Mesir melancarkan tahap kedua operasi itu, menjulukinya "Hak Syuhada".

Mesir menghadapi serangan anti-pemerintah yang telah menewaskan atau melukai ratusan personel polisi dan tentara sejak penggulingan presiden Mohammed Moursi pada Juli 2013, sebagai reaksi atas protes terhadap kekuasaannya.

Kebanyakan serangan anti-pemerintah diklaim oleh "Negara Sinai", kelompok gerilyawan yang berpusat di Sinai dan berafiliasi dengan kelompok Negara Islam (Islamic State of Iraq and Syria/ISIS), demikian seperti dilansir kantor berita Xinhua. (Uu.C003)

ANTARAnews.com