Wednesday, December 9, 2015

TNI Beli Jet Tempur Siluman SU-35, Kekuatan Udara Australia Bakal Tertinggal Jauh Dari Indonesia

F-35 AUSTRALIA
F-35 AUSTRALIA

Program pembangunan jet tempur generasi kelima F35 memiliki berbagai masalah kompleks, terlalu mahal, terlalu lambat dan terlalu terlihat di radar.

Miliaran lebih anggaran telah di gelontorkan dan bertahun-tahun terlambat dari jadwal yang seharusnya, para kritikus khawatir kekuatan Australia tertinggal jauh dari tetangganya, Indonesia yang diperkirakan akan segera memiliki Su-35.

Dorongan untuk memeriksa kebijaksanaan pembelian Joint Strike Fighter F-35 hingga sebesar US$ 24 milyar, pembelian peralatan perang termahal dalam sejarah Australia, saat ini sedang berlangsung di Senat.

Juru bicara Greens defence Peter Whish Wilson pada Jumat 27/11/2015 mendesak komite Senat urusan luar negeri dan perdagangan untuk menyelidiki kesesuaian jet tempur siluman untuk kepentingan strategis Australia.

Langkah ini dilakukan setelah pemilu bulan lalu Perdana Menteri Kanada yang baru, Justin Trudeau berjanji untuk meninggalkan rencana pembelian pesawat tempur yang bermasalah.

Pejabat dari Departemen Pertahanan Australia mengatakan dalam sidang Senat, mundurnya Kanada dari proyek F-35 tidak akan menambah biaya yang harus dikeluarkan Australia, namun Letnan Jenderal AS, Chris Bogdan memperkirakan harga setiap pesawat kemungkinan akan meningkat hingga US$ 1 juta per pesawat.

“Ini adalah hak rakyat untuk tahu kemana uang mereka di belanjakan dan apakah sepadan dengan uang yang dikeluarkan ,” kata Senator Whish-Wilson.

“Saya ingin kritik pengadaan F-35 ini dijawab oleh para ahli dan dibahas secara rinci untuk menyelidikinya.” lanjutnya.

Proyek F-35 yang dimulai sebagai sebuah kolaborasi antara AS dan delapan negara lainnya, termasuk Australia telah dilanda oleh keterlambatan, pembengkakan biaya dan kesulitan teknis.

Kegagalan teknis terbaru adalah kemungkinan cedera parah pada leher pilot yang disebabkan oleh kursi ejector pada pesawat F-35.

Australia terpaksa membeli tambahan pesawat tempur F-18 Hornet pada tahun 2012 untuk menutupi kekurangan armada udaranya akibat keterlambatan pengiriman F-35.

Tapi pada bulan Agustus marinir AS mengumumkan F-35 pertama siap dikerahkan, dan Inggris pekan lalu berkomitmen untuk membeli lagi 24 F-35C hingga tahun 2023 untuk mengisi armada udara di kapal induk barunya.

Senator Whish-Wilson mendesak Senat untuk memeriksa keterlambatan pengiriman dan pembengkakan biaya yang terus bertambah. Senator juga mendesak jet tempur alternatif lain agar dipertimbangkan untuk dibeli.


militerhankam.com

Tuesday, December 8, 2015

Tembus Cakrawala, Alasan S-400 Rusia Gemparkan Dunia

Tembus Cakrawala, Alasan S-400 Rusia Gemparkan Dunia
Sistem pertahanan rudal S-400 Rusia jadi satu-satunya sistem rudal yang mampu menembak target di luar cakrawala. | (Sputnik)

KEHEBATAN RUDAL RUSIA S-400

Sistem pertahanan rudal udara Rusia S-400 Triumf telah diperbincangkan dunia, setelah banyak negara seperti Arab Saudi, India dan China tertarik dengan kemampuan S-400. Ahli pertahanan, Konstantin Sivkov, mengungkap alasan mengapa S-400 jadi sistem rudal yang menggemparkan dunia saat ini.

Menurutnya, S-400 Rusia adalah satu-satunya sistem pertahanan rudal yang mempu menembak target dan menembus cakrawala. Dia membandingkan S-400 Rusia dengan sistem Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) yang dibangun Amerika Serikat (AS).”THAAD memiliki jangkauan lebih pendek dan tidak mampu memukul target melampaui cakrawala. Selain itu, itu adalah murni sebuah sistem anti-rudal balistik yang dirancang untuk menembak jatuh rudal balistik,” katanya, seperti dikutip Sputnik, Rabu (11/11/2015).

S-400, lanjut Sivkov, dikembangkan Rusia untuk menanggapi Presiden Reagen dengan Strategic Defense Initiative (SDI)-nya yang kerap dijuluki sebagai “Star Wars”.

”S-400 mampu memukul target pada ketinggian hingga 300 kilometer (186 mil). Cirikhas kedua adalah kemampuan menembak dan melenyapkannya. Sistem rudal itu dilengkapi dengan perangkat pelacak yang dapat mengunci target dan menghancurkannya. Tidak seperti sistem rudal AS, S-400 tidak perlu melacak target,” kata Sivkov.

Selain itu, S-400 juga dilindungi terhadap peperangan elektronik. Dengan berbagai alasan itulah, menurut Sivkov, tidak mengherankan jika  S-400 Triumf telah menyebabkan kegemparan dunia. Sejauh ini hanya China yang telah menandatangani kontrak untuk pengiriman sistem pertahanan rudal canggih itu.

Tetapi banyak negara diyakini akan menyusul, karena merasa terpikat. India, misalnya berharap mencapai kesepakatan pemasokan S-400 dengan nilai kontrak USD10 miliar pada Desember mendatang. Sedangkan Saudi juga mengisyaratkan untuk membeli S-400 Rusia.


SINDOnews.com

USS Zumwalt, Kapal Perang Raksasa dan Termahal AS Bersenjata Laser

USS Zumwalt, Kapal Perang Raksasa dan Termahal AS Bersenjata Laser
USS Zumwalt, kapal perang raksasa dan termahal milik AS. | (AP)

KAPAL PERANG RAKSASA AS

WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) untuk pertama kali memamerkan kapal perang USS Zumwalt di Samudera Atlantik. Zumwalt merupakan kapal perang raksasa futuristik dan termahal yang dilengkapi senjata laser.

Kapal USS Zumwalt mulai menjalani uji coba di Samudera Atlantik hari Senin lalu. Biaya pembuatan kapal perang raksasa itu sekitar USD4,3 miliar. Kapal berangkat dari galangan kapal terbesar AS, Bath Iron Works.

Kapten Angkatan Laut AS, James Kirk, mengatakan pemilihan nama kapal perang futuristik tak lepas dari pesawat ruang angkasa fiksi dalam serial “Star Trek”.

”Kami benar-benar bersemangat untuk melihat Zumwalt mulai (beraksi),” kata Kirk seperti dikutip Tampa Bay Times. ”Untuk kru dan semua yang terlibat dalam merancang, membangun, dan menyiapkan kapal fantastis ini, ini adalah tonggak besar,” lanjut Kirk.

Pihak Komando Angkatan Laut AS juga mengkonfirmasi uji coba kapal USS Zumwalt. ”Zumwalt berlayar untuk pertama kalinya,” tulis pihak komando di Twitter.

Kelley Campana, karyawan Bath Iron Works, mengaku merinding dan meneteskan air mata saat melihat kapal perang raksasa itu mulai berlayar.
”Ini sangat menarik. Ini adalah hari besar untuk menjadi pembuat kapal dan menjadi orang Amerika," katanya. "Ini yang pertama di kelasnya. Tidak pernah ada hal seperti itu. Sepertinya ini masa depan,” lanjut dia.

Kapal ini memiliki panjang 600 kaki dan berat hampir 15 ribu ton. Kapal Zumwalt bertenaga listrik yang terintegrasi dengan sistem inovatif yang mungkin mendukung berbagai senjata, seperti laser dan senjata elektromagnetik.


SINDOnews.com

Rusia Sebar Sistem Rudal S-400 di Arktik

Rusia Sebar Sistem Rudal S-400 di Arktik
Rusia menempatkan dua resimen sistem rudal S-400 di Arktik | (Russia Today)

MOSKOW - Seorang sumber di Staf Umum Angkatan Bersenjata Rusia mengatakan, Kremlin telah menempatkan dua resimen sistem rudal termutakhir mereka, S-400, di wilayah Arktik.

Sumber itu mengatakan, sistem rudal itu telah dikerahkan ke kepulauan Novaya Zemlya dan ke pelabuhan Yakutian di Tiksi yang berada di Samudra Arktik. Kremlin juga menempatkan rudal jarak pendek Pantsir S-1 sebuah sistem pertahanan udara mobile dilengkapi dengan pelucur rudal Igla-S dan meriam Djigit laras ganda 30mm.

"Sepanjang tahun lalu, dua resimen S-400 telah dikerahkan di kepulauan Novaya Zemlya dan di kota Yakutian di Tiksi," kata sumber tadi, seperti dikutip dari lamanRussia Today, Selasa (8/12/2015).

Selain itu, khusus pangkalan militer Novaya Zemlya juga diperkuat dengan rudal pertahanan pantai Bastion-P dan dipersenjatai dengan rudal penjelajah anti kapal P-800 Yakhont. "Sistem ini berstatus waspada selama 24 jam," kata sang sumber.

Ia juga menekankan, ada banyak instalasi militer lainnya di Arktik yang dipersenjatai dengan rudal, sistem pertahanan udara dan artileri. "Dari Semenanjung Cola dan Novaya Zemlya di Barat ke Andyr dan Mys Shmidta di Timur," tukasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Rusia telah selesai membangun dan melengkapi enam pangkalan militer barunya di seluruh Arktik. Enam pangkalan militer itu akan memudahkan kehadiran pasukan Rusia dalam jumlah besar sejak Perang Dingin di wilayah yang dikenal sebagai Kutub Utara itu.


SINDOnews.com

Pertama Kali Rudal Kapal Selam Rusia 'Hajar' ISIS di Suriah

Pertama Kali Rudal Kapal Selam Rusia 'Hajar' ISIS di Suriah
Kapal selam Rusia di Mediterania menembakkan rudal untuk menggempur ISIS di Suriah. | (yournewswire)

Kapal Selam Rusia Tembakkan Rudal Ke target ISIS di Suriah  

MOSKOW - Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu, mengatakan bahwa, Rusia untuk pertama kalinya menggempur basis-basis ISIS dengan rudal yang ditembakkan dari kapal selam Kremlin di Mediterania.

”Sasaran dua posisi teroris besar di wilayah Raqqa,” kata Shoigu dalam pertemuannya dengan Presiden Vladimir Putin yang disiarkan stasiun televisi Rusia. Menurutnya, rudal-rudal Calibre ditembakkan dari kapal selam Rostov-on-Don.

”Kami dapat mengatakan dengan penuh keyakinan bahwa kerusakan cukup serius dialami toko senjata dan pabrik yang digunakan untuk mempersiapkan infrastruktur tambang dan minyak,” lanjut Shoigu, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (9/12/2015).

Shoigu mengatakan, Rusia telah memberitahu Israel dan Amerika Serikat sebelum berencana untuk meluncurkan rudal dari kapal selam. Selama tiga hari sebelumnya, kata dia, Angkatan Udara Rusia telah meluncurkan lebih dari 300 serangan di Suriah dan menyerang lebih dari 600 target dari berbagai jenis.

Shoigu menambahkan, pesawat jet pembom Rusia yang terbang di wilayah udara Suriah kini didampingi oleh pesawat jet tempur, seperti yang telah diperintahkan Presiden Putin. Perintah itu muncul setelah pesawat jet pembom Su-24 ditembak jatuh pesawat tempur F-16 Turki atas tuduhan melanggar wilayah udaranya, meski Moskow menyangkal.

Presiden Putin berterima kasih kepada layanan khusus Rusia dan pasukan Pemerintah Suriah yang bekerjasama mengatasi masalah itu. Putin mengatakan, kerjasama itu akan memungkinkan para ahli untuk menentukan di mana tepatnya pesawat Su-24 Rusia ditembak jatuh.”Itu harus dibuka hanya di hadapan ahli internasional, hati-hati mendokumentasikan segala sesuatu,” katanya.


SINDOnews.com

Rusia Dekati Kapal Perang Ke Istanbul Turki

Rusia Dekati Kapal Perang Ke Istanbul Turki
Kapal perang Rusia, Caesar Kunikov 

Kapal Perang Rusia Dekati Istanbul Turki

Ketegangan Rusia dan Turki terus memanas sejak ditembak jatuhnya pesawat jet Su-24 Rusia oleh Turki. Kapal perang Kremlin, Caesar Kunikov, bergerak mendekati Istanbul, melintasi perairan Turki dengan membawa peluncur roket.
Gerakan kapal perang itu, membuat Turki marah dan menyebutnya sebagai tindakan provokasi. Kemarahan dari Turki disampaikan Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu.
”Itu menunjukkan rudal yang dioperasikan oleh seorang tentara di sebuah kapal perang Rusia, atau hal-hal lain seperti senjata anti-pesawat, itu adalah provokasi murni,” kata Cavusoglu, seperti dilpaorkan Hurriyet Daily News.
”Kapal perang Rusia memamerkan senjata adalah provokasi,” lanjut Cavusoglu dalam pidato yang disiarkan di stasiun NTV.
Çavu?o?lu menegaskan, Turki berhak merespons atas aksi yang dianggap sebagai ancaman tersebut dengan cara yang dianggap perlu.

tegang

Sebelumnya, saluran televisi Turki NTV menayangkan foto seseorang yang diduga merupakan tentara Rusia saat ia berada di atas kapal militer Cesar Kunikov yang tengah menyeberangi Selat Bosporus. Di tangannya pria tersebut, terlihat jelas sesuatu yang sangat mirip dengan pelontar granat PZRK atau senjata serupa. NTV menyebut foto tersebut diambil pada tanggal 5 Desember 2015, saat kapal militer Cesar Kunikov menuju Suriah.
Sejatinya, di bawah perjanjian Perang Dunia Pertama, Turki harus membiarkan semua kapal melewati perairannya yang bergerak melalui Istanbul, karena merupakan kawasan internasional.
Namun, atas gerakan kapal perang Rusia itu, Turki dilaporkan telah memanggil Duta Besar Rusia untuk Ankara, Andrey Karlov, seperti disampaikan Kementerian Luar Negeri Turki, Selasa (8/12/2015).
Seorang pejabat kementerian itu mengatakan bahwa, Dubes Andrey Karlov dipanggil ke kantor Kementerian Luar Negeri Turki setelah media Turki menerbitkan foto tentara Rusia yang membidikkan peluncur roket di atas kapal perang.
Jakartagreater.com

Kapal Selam Siluman Rusia Berada di Laut Mediterania

Kapal Selam Siluman Rusia Berada di Laut Mediterania
Kapal selam siluman Rusia, Rostov on Don yang membawa rudal jelajah dilaporkan berada di Laut Mediterania | (Kyivpost)
MOSKOW - Sebuah sumber di Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan, sebuah kapal selam canggih kelas kilo milik Kremlin telah berada di dekat pantai Suriah. Kapal selam bertenaga diesel yang diberi nama Rostov on Don ini membawa rudal jelajah buatan Rusia yang modern, Kalibr.

Seperti dikutip dari laman Russian Today, Selasa (8/12/2015), laporan ini tidak dibantah atau pun tidak dikonfirmasi oleh Kementerian Pertahanan Rusia. Rusia sendiri sebelumnya sempat menghajar sejumlah target milik ISIS dengan rudal jelajah Kalibr dari kapal perang yang ada di Laut Kaspia pada awal Oktober.

Kapal selam Rostov on Don adalah model trade-off pertama dari kapal selam generasi ketiga dari kelas Varshavyanka. Kapal selam ini bertenaga diesel dengan sistem stealth ini diyakini sebagai kapal selam paling tenang di dunia.

Ukurannya yang relatif kecil sangat membantu kapal ini dalam bermanuver di perairan dangkal.
Kapal selam ini dipersenjatai dengan torpedo 533mm dan dilaporkan dilengkapi dengan rudal jelajah Kalibr-PL yang telah dimodifikasi untuk kapal selam.

Kapal berbobot 4.000 ton ini mampu mencapai kecepatan 20 knot dibawah air dan mampu menyelam hingga kedalaman 300 meter.

Kapal ini mengangkut 52 orang dan bisa menghabiskan waktu selama 45 hari di laut sebelum pergi ke pelabuhan. NATO menyebut kapal selam siluman ini sebagai jenis kapal selam Black Hole karena kemampuannya menyelam tanpa terdeteksi.

SINDOnews.com


Rusia Rampung Bangun 6 Pangkalan Militer di Arktik

Rusia Rampung Bangun 6 Pangkalan Militer di Arktik
Rusia dilaporkan telah merampungkan proyek enam pangkalan militer di Arktik.| (Russian Ministry of Defense)

Pangkalan militer Rusia

MOSKOW - Rusia telah selesai membangun dan melengkapi enam pangkalan militer barunya di seluruh Arktik. Enam pangkalan militer itu akan memudahkan kehadiran pasukan Rusia dalam jumlah besar sejak Perang Dingin di wilayah yang dikenal sebagai Kutub Utara itu.

”Menurut dokumen Staf Jenderal, eksekusi pekerjaan untuk penyebaran peralatan dari enam pangkalan militer di pulau-pulau Arktik dan di bagian kutub dari daratan Rusia selesai,” kata seorang sumber yang dekat dengan militer Rusia kepada kantor beritaItar-Tass.

Setelah proyek enam pangkalan militer itu rampung, Rusia berencana mengerahkan ratusan tentaranya ke pangkalan-pangkalan tersebut mulai 2016 mendatang.

Enam pangkalan Rusia yang telah dilengkapi peralatan militer itu berada di Nagurskoye, Rogachevo, Sredny Ostrov, Temp, Mys Shmidta, dan Zyvozdny. Penyelesaian proyek itu akan kembali mewujudkan ambisi Kremlin untuk ekspansi militer di seluruh Arktik seperti yang pernah dilakukan selama Perang Dingin.

Moskow berencana membuka 10 stasiun pencarian dan penyelamatan, 16 port dalam air, 13 lapangan udara, dan 10 stasiun radar pertahanan udara di pinggiran Arktik.

“Setelah selesai, konstruksi ini akan diizinkan penggunaan secara yang lebih besar untuk pesawat pembom modern di kawasan itu,” kata Mark Galeotti, seorang ahli Rusia di New York University, yang menulis untuk The Moscow Times. ”Pada tahun 2025, perairan Arktik harus dijaga oleh satu skuadron generasi pembom siluman PAK DA,” lanjut dia, yang dilansir Selasa (8/12/2015).

Arktik selama ini diprediksi menjadi medan pertempuran geopolitik di masa depan. Amerika Serikat memperkirakan bahwa Arktik menyimpan sekitar 15 persen cadangan minyak dunia, 30 persen cadangan gas alam, dan sekitar 20 gas alam cair.


SINDOnews.com

Pesawat Mata-mata Canggih AS Bakal Manuver di "Hidung" Indonesia

Pesawat Mata-mata Canggih AS Bakal Manuver di "Hidung" Indonesia
Pesawat mata-mata canggih Poseidon P8 AS yang bakal beroperasi di Singapura. | (Reuters)
JAKARTA - Pesawat mata-mata canggih Poseidon P8 Amerika Serikat akhir bulan ini akan bermanuver di wilayah Singapura yang dekat dengan Indonesia. Pesawat mata-mata AS itu akan manuver di tengah ketegangan terkait konflik Laut China Selatan.

Singapura telah memberi izin pada AS untuk mengoperasikan pesawat mata-mata P8 di wilayahnya. Tujuan manuver pesawat itu diklaim untuk mendukung "upaya keamanan maritim" serta mengamati aktivitas China terkait polemik klaim Laut China Selatan.

Menteri Pertahanan AS, Ashton Carter, dan Menteri Pertahanan Singapura, Ng Eng Hen, telah membuat pernyataan bersama. Isinya, kesepakatan Washington dan Singapura soal operasi pesawat mata-mata P8.

Kedua menteri pertahanan itu juga menyatakan puas dengan hasil pertemuan mereka dan diharapkan operasi serupa bisa lebih lanjut dilakukan di wilayah Singapura.

”Penyebaran pesawat ini akan mempromosikan interoperabilitas yang lebih besar dengan militer regional melalui partisipasi dalam latihan bilateral dan multilateral, sambil memberikan dukungan yang tepat waktu untuk HADR (Humanitarian and Disaster Relief) regional dan upaya keamanan maritim,” bunyi pernyataan bersama yang dipublikasikan di website Departemen Pertahanan AS, seperti dikutip Reuters, Selasa (8/12/2015).

Pesawat mata-mata Poseidon AS sebelumnya telah melakukan sejumlah operasi di Jepang, Filipina dan Malaysia. Selain kesepakatan pengoperasian pesawat P8, Singapura dan AS sepakat bekerjasama dalam memerangi terorisme dan pembajakan.

Bulan lalu, dua pesawat pembom strategis B-52 AS terbang di dekat pulau buatan China di Laut China Selatan. Pilot pesawat pembom itu mengabaikan seruan Beijing agar hengkang dari wilayah udara yang diklaim China. Pada akhir Oktober, kapal perang AS, USS Lassen, juga bermanuver di wilayah yang berjarak 12 mil dari kawasan Kepulauan Spratly, Laut China Selatan, yang diklaim China.

SINDOnews.com

Obama Kenang Bom Jepang Meluluhlantakkan Pearl Harbor

Obama Kenang Bom Jepang Meluluhlantakkan Pearl Harbor
Dokumentasi serangan kilat Jepang terhadap pangkalan militer Pearl Harbor, AS.
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama dan rakyatnya mengenang 74 tahun serangan mendadak bom-bom Jepang yang meluluhlatakkan pangkalan Angkatan Laut AS di Pearl Harbor, Hawaii. Serangan pada 7 Desember 1941 kala itu menewaskan ribuan warga dan menghancurkan kapal-kapal perang AS.
 
Peringatan itu digelar Senin waktu AS atau hari ini (8/12/2015) WIB.“Serangan itu diserap Amerika sebagai konflik yang akan mengubah jalan bagi martabat manusia dan kebebasannya,” ucap Obama pada hari yang telah ditetapkan sebagai “National Pearl Harbor Remembrance Day” oleh hukum di AS dan dikenang saban tahun.
 
”Hampir tujuh setengah dekade lalu, saat fajar merekah di atas pulau Oahu, bom menerobos langit yang oleh pasukan Jepang diluncurkan tanpa alasan pada bangsa kita,” kata Obama.
 
“Lebih dari 2.400 nyawa berharga dan banyak armada Pasifik kami hilang, namun penyatuan berikutnya dari orang-orang kami terbukti kuat dari serangan yang bertujuan untuk melemahkan kita,” lanjut Obama, seperti dikutip IB Times.
 
Serangan oleh Angkatan Laut Kekaisaran Jepang kala itu berlangsung pada hari Minggu. AS tidak menerima peringatan apapun bahkan tidak ada deklarasi perang.
 
Sebanyak 2.203 orang Amerika, termasuk 1.177 pelaut di kapal perang USS Arizona tewas dan lebih dari 1.000 orang lainnya terluka. Serangan itu bagian dari strategi Jepang untuk menggagalkan setiap respons militer Amerika untuk menaklukkan wilayah Asia Tenggara. Dua kapal perang AS tenggelam dan banyak yang rusak dalam serangan itu.


SINDOnews.com